Rabu, 29 November 2017

PASCA JOKOWI 2017... (XV)

By Sri-Bintang Pamungkas

Indonesia kalah dulu dari Zimbabwe. Negara kecil di tengah Selatan Afrika yang konon juga menjadi sasaran investasi infrastruktur puluhan ribu Cina Imigran RRC itu, rakyatnya kelihatannya sudah sepakat untuk segera MENGGUSUR Presidennya, Robert Mugabe.

Zimbabwe, nama baru bagi Rodhesia, dari bahasa setempat, berarti tempat di mana penduduknya tinggal di rumah berbentuk elips yang disebut _House of Stone_... Sekalipun tak ada bahan tembok yang dipakai untuk membangunnya, selain dahan dan daun-daunan. Itu di jaman dulu...

Entah apa yang diperselisihkan negara yang selama 38 tahun ini tenang saja di bawah kepemimpinan Robert Mugabe. Mungkin karena usia Bob yang sudah lanjut, 94 tahun. Begitu lanjutnya, sampai-sampai pikun... Pidatonya beberapa waktu lalu salah-salah, sekalipun dengan mengutip pidato tahun-tahun sebelumnya. Rakyat tahu, dan mulai tidak percaya...

Seperti Soeharto, Mugabe pun disebut diktator. Tapi tidak ada berita, bahwa dia kejam atau korupsi. Dia adalah Ketua Partai Zanu PF, partai yang berkuasa. Isterinya yang cantik dan masih muda, Grace, 52 tahun, adalah Ketua Perempuan Zanu PF, dirancang suaminya menjadi Perdana Menteri. Dipecatnya pula Wakil Presiden, Emmerson Mnangagwa, bulan silam, sehingga menambah pergolakan Anti Mugabe.

Tapi tuntutan mundur paling kuat datangnya dari Perhimpunan Veteran Perang. Mungkin termasuk para Veteran Perang ketika Perang Kemerdekaan melawan Inggris dulu. Pasca Kemerdekaan, Rhodesia Utara menjadi Zambia, dan Rhodesia Selatan menjadi Zimbabwe. Ibukota Salisbury mungkin menjadi Harare sekarang.

Yang paling menarik adalah Tentara Aktif Zimbabwe sekarang ini... Kelihatannya mereka sangat bijak. Para Jenderal militer Zimbabwe berusaha agar tidak terjadi pergolakan. Mereka mengatakan telah mengambil alih kekuasaan minggu lalu, tapi tetap memberi ruang kepada Mugabe. Mugabe minggu lalu pun masih bebas menyampaikan pidatonya dalam acara Wisuda di Universitas Harare.

Panglima Angkatan Perang Zimbabwe sangat _low profile_, tidak ingin disorot televisi dan tidak mau bikin pernyataan politik. Kantor Berita Aljazeera pun tidak pernah menyebut namanya..., selain Pimpinan Militer. Sangat beda dari Indonesia...

Si Panglima Zimbabwe, bahkan mengatakan _"Terserah kepada Presiden."_ Mungkin maksudnya, kalau mundur, ya OK... kalau mau berlanjut, OK juga. Yang jelas, situasi negara tenang, aman dan terkendali. Tidak ada pula Polisi bertingkah macam-macam... seperti di Indonesia. Polri mengadakan latihan perang di Bali dengan menghadapi Kelompok Islam yang dikesankan sebagai Teroris. Sialan!

Tetapi, mungkin Angkatan Perang Zimbabwe juga melihat situasi sejarang, dan mulai berpihak kepada rakyat. Pimpinan Oposisi berani mengancam mau melakukan CABUT MANDAT, atau _impeachment_ kepada Mugabe, kalau tidak mundur Senin ini.  Senin sekarang masih menjelang tengah hari di sana. Ada suara mereka mau mencalonkan mantan Wakil Presiden menjadi penggantinya.

Impeachment terhadap Mugabe berarti menyeretnya ke Pengadilan. Tetapi Mugabe menjawab, akan mundur Desember nanti dalam Kongres Partai Zanu PF. Sedang pihak Partai mengatakan sudah memecat, Mugabe dan isterinya, Grace, dari kepengurusan Partai. Berita terakhir mengatakan, pihak militer telah menahan Mugabe di rumahnya, sebagai tahanan rumah. Tetapi semuanya berlangsung serba tenang. Memang suasana ribut, tapi tidak ada kerusuhan.

Bagi Rakyat, Oposisi, Militer dan Mugabe sendiri, mungkin Desember adalah bulan baik bagi terjadinya transisi kekuasaan, sekiranya Senin ini Mugabe tidak jadi DIDONGKEL. Sekarang atau nanti, kalau Mugabe MUNDUR, dia akan digantikan mantan Wakil Presiden Mnangagwa dan dibentuk Pemerintah Transisi sebelum ada Pemilu dan Pilpres.

Bagaimana dengan Indonesia?! Suara yang mengatakan Jokowi Pengkhianat Bangsa sudah menggema di seluruh Tanah Air. Sampai sekarang diperkirakan dua juta Cina Migran RRC sudah masuk Indonesia. Sebagian dari mereka diduga adalah militer Cina yang menyamar menjadi buruh bangunan dan lain-lain. Dengan kesepakatan Manila dalam pertemuan Asean kemarin dengan sukacitanya Jokowi ikut tandatangan... Dia bermaksud melindungi Cina-Cina Migran RRC itu.... Membiarkan Siti Aisyah yang dituduh Kualalumpur membunuh Kim Yong Nam, saudara ipar Jim Yong Un. Dan membiarkan rbuan TKI-TKW di Saudi, Hongkong dan lain-lain tanpa jaminan perlindungan dari RI.

Apa yang ditunggu rakyat Indonesia tidak jelas. Para profesional Alumni Universitas-universitas sudah mulai bersemangat menolak Proyek Reklamasi Mafia-mafia Cina. Yang Meikarta belum... mungkin sebentar lagi. Sedang para Mahasiswa yang pernah menorehkan sejarah pada 1966/67 dan 1997/98 kelihatannya masih menunggu momentum.

Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Jangan seperti politisi-politisi Gombal kita yang mau menunggu 2019... saat imigran Cina RRC mencapai angka 5 juta. Para politisi yang nama dan ambisinya selangit itu lebih suka berjudi dengan jabatan dan kekuasaan daripada menyelamatkan Rakyat, Bangsa dan Negara sekarang. Sedang kwalitas mereka pun masih dipertanyakan. Mereka abai terhadap bahaya _proxy-war_ Cina RRC yang sudah lama berjalan. Begitu, kok mau menjadi pemimpin...

Lalu para Ulama yang pernah bangga setahun lalu bisa mengerahkan 7 jutaan masa Islam, juga mau mengulang dengan tujuan Re-Uni di Monas... Kalau di Monas, tidak mungkin menjatuhkan Jokowi. Minta Jokowi TURUN saja tidak... Padahal sudah puluhan kali Jokowi tidak pernah ada di Istana. Artinya, para Ulama cuma mau show of force atau bertamasya untuk diri sendiri. Bahkan mereka yang mau menjatuhkan Jokowi pun disebutnya "menunggangi para Ulama"... persis seperti kata-kata Tito. Ulama sekarang memang beda dari Ulama 1949.

TNI juga takut... mungkin berharap jabatan di 2019, daripada tuduhan kudeta. Tentulah mereka tidak beda dari Wiranto, SBY dan Prabowo... mereka berkhianat terhadap TNI Soedirman. Dan tentu terhadap Rakyat, Bangsa dan Negara... dan Agama juga! Panglima Zimbabwe pasti tidak melakukan kudeta... mereka akan mengembalikan kekuasaan kepada orang Sipil. Hebat!

Jadi, apa yang bisa dilakukan?! Mudah-mudahan Allah memberi jalan, jalan lurus yang seperti pernah diberikan kepada umat terdahulu yang diberi nikmat, bukan jalannya mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin!

Tidak mungkin Sri Mulyani berhasil. Dia sendiri tahu itu... Dengan pajak-pajak recehan yang tidak bisa menolong Republik, Sri akan kecapaian sendiri. Padahal dengan menodong James Riady untuk tidak melanjutkan Meikarta, dan Mafia-Mafia Pengembang lain, Sri bisa mendapat puluhan trilyun. Kekayaan Negara dan BUMN-BUMN yang sudah di tangan saja tidak dipelihara, bahkan mau dijuali. Sedang, sudah tahu itu infrastruktur yang dibangun dengan duit Cina RRC pasti bukan menjadi milik kita. Berharap Pungguk di Bulan, Merpati yang sudah di Tangan dilepaskan. Semoga kekacauan ekonomi segera terjadi.

Lalu para aktivis sedang giat mengejar Setyo Novanto, yang menghilang secara misterius seperti Ahok, dengan berbagai analisisnya. Ada 5.9 trilyun yang dikorup Setnov bersama anggota-anggota DPR dalam Proyek E-KTP. Mereka lupa, SBY dulu dengan mudah merampok 6.7 trilyun uang negara untuk menyelamatkan Bank Ecek-ecek Century. Bung, ketahuilah Setnov, KPK, LBP dan lain-lain itu adalah wayangannya Jokowi. Maka, sasarannya jangan ke mana-mana, kecuali hanya satu: Mr. Jokowi himself!!

@SBP
20/11/17

Source : Chirpstory
Baca artikel SBP berikutnya Pasca Jokowi 2017...XVI
Baca juga artikel SBP sebelumnya Pasca Jokowi 2017...(XIV)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar